Cara Mengatasi Berbagai Situasi Darurat Ketika Mendaki Gunung

Advertisement

Mendaki gunung memang merupakan salah satu aktivitas yang mengasyikkan, namun di sisi lain juga bisa sangat berbahaya. Pasalnya, tak jarang pendaki yang akhirnya mengakhiri hidupnya di sana.

Bukan tanpa sebab, karena memang ada beberapa hal buruk yang bisa saja terjadi ketika mendaki ataupun turun. Untuk itu, diperlukan persiapan yang matang dan penuh perhitungan.

Nah, bila hal buruk menimpa kamu atau team pendakianmu, misalnya seperti kelaparan, tersesat hingga merasakan sakit di badan, maka beberapa tips dari Minangku.com ini semoga bisa membantu ini semoga bisa membantu.

1. Kelaparan

Ini adalah ancaman bahaya yang paling gampang diprediksi dan ditanggulangi. Sebagai manusia yang setiap kali makan, maka seharusnya bisa mengukur berapa makanan yang diperlukan dalam jangka waktu tertentu.

Rumus yang sering digunakan untuk membawa jumlah makanan yang diperlukan adalah 2n+1 (n adalah jumlah hari selama melakukan kegiatan), jika kegiatan dilakukan selama 2 hari, maka perbekalan yang dibawa adalah 5 x jumlah makanan dalam kondisi normal.

Jika sampai terjadi kelaparan, maka penyebabnya adalah:

  • Salah perhitungan
  • Hilang, atau tersesat sehingga waktu kegiatan menjadi lebih lama

Kelaparan akan menjadi masalah serius, dalam jangka waktu tertentu, tergantung kondisi masing-masing orang, kelaparan dapat menyebabkan kematian.

Satu-satunya jalan untuk mengatasi bahaya kelaparan di gunung adalah mencari bahan makanan dan makan.

2. Kehausan

Air adalah bagian yang sangat penting dalam tubuh manusia. Kekurangan cairan dalam tubuh akibatnya sangat fatal (kematian) dibandingakan kekurangan makanan. Dampak dari kehausan atau dehidrasi adalah :

  • Pingsan
  • Kehilangan orientasi dan pola pikir rasional
  • Gerakan-gerakan tubuh tidak terkoordinasi (gemetar)

Jika dalam keadaan dihidrasi, maka langkah darurat yang harus dilakukan adalah :

  • Mencari tempat berteduh (jika cuaca panas)
  • Istirahat dan kurangi aktifitas yang tidak perlu
  • Cari sumber air yang bisa dimanfaatkan dengan aman

3. Tersesat

Banyak jiwa melayang karena kecelakaan saat melakukan aktivitas mendaki gunung, dan sebagian besar kecelakaan tersebut bermula dari tersesat. Faktor penyebab pendaki gunung bisa tersesat adalah :

  • Pendaki tidak melalui jalur resmi
  • Pendaki tidak kenal medan dan tidak didampingi guide
  • Terjadi cuaca ekstrim yang membuat pendaki tidak mengenali jalur
  • Pendaki lepas dari rombongan
  • Panik atau sebab lain seperti tidak bisa berpikir logis akibat kelaparan, dehidrasi dll

Supaya tidak tersesat, maka pendaki sebaiknya :

  • Kenali jalur, jika anda tidak kenal jalur tersebut maka ajak orang yang benar-benar kenal dan jangan sampai terpisah dengan orang tersebut
  • Jika tidak ada yang kenal jalur, maka GPS (gunakan penduduk setempat) sebagai guide
  • Jika tidak ada anggota rombongan yang kenal jalur, tidak ada penduduk yang mau jadi guide maka gunakan IMPK (ilmu medan peta kompas) atau yang lebih canggih lagi gunakan GPS
  • Jangan coba-coba membuka jalur baru jika memang tidak kenal medan dan tidak punyak pengalaman survival, kecuali nama anda mau masuk media sebagai obyek pencarian Tim SAR
  • Ikuti jalur resmi

Saat tersesat, yang dapat dilakuan adalah :

  • Gunakan metode STOP, site, thinking, observation, planning, duduklah hingga tenang, lalu berpikir dengan jernih dan waras, melakukan observasi lingkungan sekitar, lalu lakukan perencanaan untuk kembali ke jalan yang benar
  • Manajemen logistik dan peralatan lain, seperti battery, hemat energi hemat tenaga.
  • Kembali ke jalan sebelumnya jika masih bisa dikenali
  • Sebaiknya cari tempat yang agak tinggi untuk melihat medan, jangan langsung turun ke bawah apalagi jika medan belum dikenali, bahaya bisa masuk jurang
  • Jika kondisi kabut/gelap cari tempat istirahat dan kumpulkan energi supaya besok pagi bisa kembali ke jalan yang benar
  • Jika sudah tidak bisa berjalan lagi segera panggil bantuan, gunakan peluit, atau rumput untuk membuat suara, atau asap (tentu jangan sampai mambakar hutan)
  • Jika terpaksa harus berjalan untuk kembali maka buatlah jejak supaya jika terjadi apa-apa bisa dikenali oleh tim SAR, misal tanda panah, tali, barang yang mudah dikenali, kalau bisa tulis pesan lebih baik
  • Dengarkan suara dan tanda-tanda alam, dalam beberapa kasus, banyak survivor tertolong oleh suara azan
  • Lakukan tindakan survival, tetap tenang, jangan panik, dan tetap semangat untuk hidup.
  • Terakhir jika semua tidak bisa dilakukan lagi, tunggu tim SAR menemukan, dalam kondisi apapun

4. Kram Kaki

Kram kaki/beris biasanya disebabkan karena ada ketidakseimbangan pada saat mandaki/turun atau beban yang dibawa terlalu berat, selain itu kram bisa juga disebabkan suhu udara yang terlalu dingin sehingga otot tidak bekerja dengan baik.

  • Untuk mencegah terjadinya kram pada kaki maka dapat dilakukan hal-hal berikut :
  • Lakukan pemanasan dan latihan sebelum mendaki
  • Bawa beban yang sewajarnya
  • Gunakan sepatu yang melindungi kaki dengan baik dan kaos kaki yang nyaman agar kaki tidak kontak langsung dengan udara dingin
  • Gunakan track pole untuk mengurangi beban pada kaki

Saat terjadi kram maka yang bisa dilakukan adalah :

  • Istirahat
  • Posisikan bagian yang mengalami kram lebih tinggi dari jantung
  • Lakukan pijatan pada bagian yang terkena kram

Sebenarnya, kram kaki bukan termasuk dalam kondisi darurat mengancam kematian, dampak paling buruk dari kram kaki adalah merepotkan teman untuk menandu penderita, kecuali karena kram kemudian jalan terhuyung-huyung dan akhirnya terpeleset masuk jurang, almarhum.

Penutup

Nah, demikianlah panduan mengenai Cara menghadapi berbagai situasi darurat ketika mendaki gunung, semoga bisa bermanfaat dan menjadi referensi utama untuk pembaca semua. Terima kasih.

Advertisement

Tinggalkan komentar